Pengalaman mencabut kuku kaki

Hallo sobat ,

Gimana kabar kalian semua semoga dalam keadaan sehat, gak kayak gua yang nyut-nyutan karena masih kemarin kuku nya di cabut.

Ada yang pernah cabut kuku juga atau yang ingin melakukan pencabutan kuku?membayangkan nya saja mungkin sudah ngilu ya sob hehehehe

Oke izinkan aku menceritakan pengalaman ku pasca pencabutan kuku, tepatnya jempol kaki.

Asal-muasal kuku aku di cabut sebenarnya karena cedera kejatuhan ubin  yang tebal nya kira-kira 3 cm dan lebar 20 cm, jadi ubin jatuh tepat di tengah-tengah jempol kaki, rasanya bagaimana gak usah di bayangkan biarkan aku yang merasakan heheheh.

Di saat ubin jatuh menimpa kakiku reflex menggenggam kaki dengan tangan awal nya gak bgtu sakit tapi kelamaan ya lumayan nyut-nyutan dan darah terus berceceran di lantai.

Baca juga : Review wet food Kit Cat

Di saat itu aku memberanikan diri untuk membuka tangan dan melihat keadaan jempol aku,  wow apa yang terjadi teriakan histeris keluar dari mulut ku, maklum gak kuat liat darah bercucuran deras. Jadi kuku jempol ku pecah menjadi 3 bagian dan bagian daging dibawah kuku juga sobek.

kondisi kuku

Tindakan pertama yang aku lakukan adalah ke puskesmas terdekat, setelah dokter melihat luka nya dokter memutuskan untuk melakukan pencabutan kuku, karena kuku sudah tidak bisa dipertahankan lagi karena sudah hancur 80%. Perdebatan lumayan lama karena aku takut untuk melakukan pencabutan kuku, akhirnya ya dokter menang. Ikhlas gak ikhlas aku harus ikhlas sob hehhehe.

Baca juga : Review  Xiaomi Air Purifier

Pengalaman pertama cabut kuku

Ini menjadi pengalaman pertama dalam hidup ku yang gak akan bias aku lupakan, okey kita lanjut. Awalnya suster membersihkan luka pakai cairan infus lalu jempol aku di anestesi 3x bayangkan kaki cedera lalu di suntik guys, rasa nya sakit banget aku berteriak kenceng sekali, lebay ? iya sangat lebay tapi itu lah yang aku rasakan.

Di saat anastesinya selesai Suster memegang luka dan bertanya ‘’berasa tidak’’ aku jawab berasa sus tapi gak sakit dan saat itu suster melanjutkan pencabutan kuku atas dan samping, dan lagi-lagi teriakan ku menggemparkan se isi puskesmas aaaaaaaa..!!

Biaya Pengobatan di Puskesmas

Untuk biaya nya sendiri tergolong murah Rp 50.000 sudah sama obat, aku di kasih obat Pereda nyeri sama antibiotic.

Apa yang saya lakukan dalam pencabutan kuku 

Tidak ada persiapan khusus sebelum menjalani prosedur cabut kuku. Gua tanpa menggunakan alas kaki karena kondisi ini adalah darurat. Jika sobat punya perhiasan di jari tangan atau kaki, sebaiknya di lepaskan dulu agar proses pembedahan lancar tanpa gangguan

Pendarahan hebat ke esokan harinya

Baik lanjut keesokan harinya kira-kira pukul 8 pagi perban nya seperti berdarah, aku coba lap dengan tisu ternyata benar berdarah. Sampai magrib masih berdarah dan akhirnya aku memutuskan pergi ke klinik dan sesampai di klinik dokter membuka perban dan di situ aku sedikit kecewa sama Puskemas nya, karena luka ku yang di balut kemarin tidak di kasih jaring-jaring buat luka, jadi dia langsung di pakai kan ke perban dan di klinik di saat perban di buka perban nya lengket ke luka guys dan lagi-lagi terikan dan tangisan ku pecah disana, waduhhh wanita penuh drama ya hehehehehe.

Baca juga : Keluar nanah pada alat vital kucing

Biaya Pengobatan di Klinik

Untuk biaya pembukaan perban di klinik adalah Rp 140.000, itu sudah di kasih antibiotic cefiksim dan dokter menyuruh ku menghentikan pemakaian antibiotic dari puskesmas karena obatnya kurang paten (bagus).

Untuk perban yang sekarang 3 hari lagi baru di buka dan di ganti dengan perban baru, jadi aku belum bisa lanjutkan ceritanya karena baru 1 hari. Setelah pergantian perban, nanti akan aku update bagaimana kelanjutan jempol kaki aku ini pasca pencabutan kuku.

Berikut tips apa saja yang saya lakukan setelah proses beda cabut kuku menurut sehatq :

  • Menjaga area pencabutan tetap bersih dan kering
  • Tidak mengelupas jaringan di sekitar kuku yang sudah dicabut
  • Mengoleskan krim antibiotik di area pencabutan 2 kali sehari atau sesuai dengan instruksi dokter.
  • Menghindari berat yang memberikan tekanan pada kuku, misalnya berlari, sampai dokter memperbolehkan kembali
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri
  • Tetap menggunakan perban sampai sembuh

Jadi buat kalian yang masih punya kuku bagus rawatlah dan berhati-hatilah, jangan pernah berfikir untuk melakukan pencabutan kuku karena rasa ah mantap wkwkwwkwk.

 

Sumber Cerita

Yunithaa

Yuni Thaa

Ini adalah cerita pengalaman saya sendiri, jika ada informasi yang kurang jelas silahkan tulis pada kolom komentar. Bila artikel ini bermanfaat silahkan share, okey terima kasih