Virus FIP pada kucing, jangan lakukan ini !

Saya bukan Dokter hewan ini hanyalah pengalaman, apa saja yang akan saya lakukan jika kucing kena penyakit FIP (Feline infectious peritonitis) dan apa kesalahan-kesalahan yang saya rasakan, karena kurangnya pengetahuan mengenai penyakit ini. Penyakit ini di bilang cukup langka, bahkan cuma beberapa artikel yang menceritakan

Jadi bagi cat lover jika kucingnya kena FIP, apa saja yang harus di lakukan serta berapa biaya perawatan dan  apa saja yang tidak boleh dilakukan simak pada artikel di bawah ini, untuk menghindari hal-hal fatal yang tidak kita inginkan.

Apa itu FIP ?

Menuru Wikipedia Fip singkatan dari Feline infectious peritonitis atau radang peritoneum infeksius pada kucing yang artinya penyakit menular akibat infeksi virus Feline Coronavirus (FCoV). Manifestasi klinis yang paling sering ditemukan adalah radang pada peritoneum, selaput tipis yang melapisi rongga perut. Penyakit ini bersifat mematikan, dapat menyerang semua jenis kucing pada semua umur, dan kasusnya ini terjadi di seluruh dunia.
 

Gejala & Awal mulai kena FIP pada si Bubu 

Sedikit cerita kalau kucing ini saya adopsi pada umur 5 bulan pada saat itu dia sangat aktif suka bermain, berlari, melompat dan sampai saya tidur pun harus di atas kasur tidak mau jauh. Setelah umur 7 bulan baru merasakan gejala-gejala. Secara fisik kelihatan kalau dia bernafas lebih cepat dan lebih tinggi dadanya, kalau duduk tangannya salalu di julurin ke luar dan tidak mau rebahan jadi posisi badanya berdiri terus.
 
Satu atau dua hari kemudian si bubu tidak mau makan sama sekali, tergadang dia bernafas lewat mulut dan kelihatan itu sangat menyakitkan sampai  saya memberikan tiupan buat nafas bantuan tapi itu bukan solusi malah makin buat dia stress dan makin dia stress makin susah bernafas. Pada saat itu baru saya ke bawa ke klinik hewan.
 
 

Hari pertama masuk klinik hewan 

Pertama masuk klinik hewan tidak ada tes darah dan sebagainya tapi dokter sudah memutuskan ini seperti ada peradangan pada paru-paru atau mungkin jantung atau pada alat vital lainnya. kata Dokter nanti akan di berikan obat ada dua jenis untuk antibiotik, obat sirup untuk lambung yang saya tidak tahu nama obatnya dan 1 lagi obat racikan khusus. “Dokter tolong di bantu untuk tindakan awal dia belum makan beri dia infus” ini pertolongan pertama karena logika aja dia susah bernafas bagaimana caranya saya memberikan dia obat.
 
Jadi setelah di infus lewat pundak memberikan cairan atau juga bisa di sebut infus jalan, setelah itu saya bilang lagi “Dokter tolong di bantu beri dia mungkin butuh bantuan Oksigen kasihan”. Tapi pas di pasang dia ada perlawanan mungkin oksigen yang ada itu lewat corong jadi mungkin tidak nyaman bagi kucing dan dokter bilang kalau dia tidak mau jangan di paksa, iya benar dia tidak boleh stress sama sekali dan tidak ada yang bisa kita lakukan untuk membantu.
 

Pada minggu kedua

saya hanya membeli obat karena obatnya sudah habis dan lagi-lagi telat malamnya lupa berikan obat, dan terjadi lagi. Jadi ketika obatnya habis dan lupa sesak nafasnya semakin parah, jadi saya simpulkan dia bisa hidup dan bernafas karena obat ini.

Dan sampai dirumah dia sudah bisa makan dan dalam hati senang banget tergadang dia masih bisa di ajak  bermain  walaupun tidak melompat tapi tangannya masih bisa menggapai.

Minggu ketiga masuk klinik lagi

Telat sekali saja nafasnya kembali parah dan kontrol lagi ke rumah sakit. Kata dokter “dia tidak boleh telat sekalipun makan obat dan ini berjalan sampai dia membaik mungkin bisa bulanan dan sepertinya si Bubu ini masih bisa tertolong”.

Karena saya merasa kasihan “bisa tidak dok beri dia suntik eutanasia. Ini bukan keputusan yang gampang dan dokter menolak saat itu, karena saya merasakan kasihan sejak susah nafas dia belum tidur dengan nyenyak sampai dia tidur berdiri bahkan untuk berbaring kepalanya harus di lantai dengan tangan menjulur untuk mencari posisi yang nyaman buat dia bernafas.

Dan di Klinik lagi lagi saya bilang Tolong beri dia oksigen dan infus badanya sudah kurus tidak minum dan makan. Disini saya bingung kenapa harus dari saya yang mengatakan dan mengucapkan tolong dalam keadaan darurat harus ada tindakan. Seharusnya dokter hewan lebih punya pengalaman apa yang harus dilakukan. 

Apa perlu cek darah dan scan dok, dokter bilang tidak perlu dia sudah punya firasat 90% dia kena penyakit peradangan selaput paru-parunya dan harus di berikan obat pas nafas dia lumayan baik.

Besoknya masuk klinik beda dokter

Dan ini mulai ada masalah baru, pertama dokternya beda  dan secara teknis seperti mulai lagi dari nol padahal itu di klinik yang sama lo, katannya untuk memastikan dia FIP apa tidak harus di lakukan Rontgen atau X-Ray pertama saya meminta 1 sisi foto saja di dada karena dokternya mau lebih jelas makanya jadi dua sisi foto dari atas bagian dada dan tampak samping. Untuk foto harganya 500 ribuan ya karena dua sisi.

foto Rontgen kucing

Ternyata tidak cukup dengan foto rontgen saja untuk memastikan apakah terkena FIP finalnya harus di pastikan lagi dengan cara dokter rapid tes yaitu mengambil contoh cairan pada dada/ paru-paru si Bubu.  Untuk harga Rapid 250 ribu ya, dan setelah di tes benar ada dua garis dia positif FIP ini kata dokternya. Terus di berikanlah obat tapi kok beda dok obatnya kata saya ini saya gabungin satu kapsul katanya.

rapid test kucing

Baru kemarin berobat dari klinik kondisi si Bubu makin parah bahkan di sangat susah bernafas, sekali kali dia berguling berdiri lagi saking susahnya bernafas disini saya meneteskan air mata Bubu apa yang harus kami lakukan :(. Dalam kondisi seperti ini, sedikit saya paksa memberikan obat dan sedikit air biar dia tidak dehidrasi.

Karena tidak tega rencana mau ke klinik lagi buat oksigen pas di masukin ke dalam tas kucing si Bubu meninggal dalam pelukan dengan dua kali hentakan nafas terakhir, ya Allah sedih banget. kenapa??? padahal 2 jam sebelumnya saya Open Donasi lewat Youtube karena dalam 3 minggu ini sudah lumayan duit yang keluar, apa lagi si Bubu butuh perawatan rutin berbulan bulan.

Open Donasi Buat Bubu

Open donasi tetap saya buka jika dana terkumpul saya akan berikan kepada kucing lain yang terkena penyakit ini. Jika teman ingin memberikan support dan donasi silahkan klik pada link Donasi

Apa yang salah?

Sabtunya berobat besoknya kucing saya mati, dan saya chat lagi sama dokternya kenapa dengan si bubu dengan memberikan bukti foto si bubu yang sudah mati dan bertanya apa obatnya di kurangi dok, dokter menjawab benar takaran saya kurangi, waduh kan saya bilangin DIA TIDAK BISA HIDUP TANPA OBAT JANGAN ADA DIKURANGI DOSISNYA. Saya sedikit kecewa dan kesal dengan dokter yang biasanya tidak seperti ini bahkan ada harapan ini beda dokter beda lagi obatnya dan malah membuat si Bubu makin parah. 

obagt kucing

Baiklah saya tidak 100% menyalahkan dokter, banyak akibat yang bisa terjadi karena ketidak tahuan saya.

Apa saja Kesalahan tersebut menurut saya sendiri adalah :

  1. Jangan pernah memasukan apapun kemulutnya bahkan sekalipun obat disaat kondisinya susah bernafas tidak ada yang bisa teman lakukan selain mengelus kepalanya dan membiarkan dia berdamai dengan dirinya sendiri. 5 menit setelah di masukan kapsul obat si bubu mati karena mungkin tenggorokannya kesedak karena kapsul tidak cepat larut kena air. Jadi kalau bisa minta obat kapsul yang cepat cair atau obat cairan melalui suntik.
  2. Berikan pertolongan utama yang nyata yaitu Oksigen dan Infus untuk nutrisi
  3. Jangan membuat dia strees seperti di bawa main keluar, ketemu kucing lain, sering mengendong dia apa lagi dilakukan tidak benar. Dadanya jangan sampai ke tekan ya sob.
  4. Seharusnya ada tindakan nyata seperti mengeluarkan cairan dari rongga perut dan dada, serta pemberian antimuntah, antiradang, dan interferon atau di mana dia bisa bernafas walaupun tidak menyembuhkan 100% tapi dia lega sedikit bernafas dan saat itu baru bisa teman kasih obat di saat nafas dia mulai tenang.
  5. Carilah dokter yang berpengalaman dan pernah memberikan pengobatan terhadap penyakit FIP. ini adalah penyakit langka mungkin butuh ilmu dan jam terbang dokter yang berpengalaman. 
  6. Jangan memberikan terapi uap dan hal lain nya, itu hanya akan memperburuk kondisinya. Karena ini sudah saya praktekan, tidak banyak yang bisa sahabat lakukan 
Kesimpulan saya ini benar-benar penyakit yang sangat berbahaya dan menakutkan, si Bubu dengan umur 7 bulan hanya mampu bertahan selama 25 hari.
 
Jadi sampai disini dulu sobat cat lover jika ada kucingnya yang sembuh setelah kena penyakit ini berikan masukan dan komentar pada kolom komentar. Jika artikel ini bermanfaat silahkan share dan bagikan. Terima kasih ciao..!!