Cara buat hasil foto tampak tajam

Dalam dunia fotografi kamera harus fokus, bersih dan detil dalam mengambil hasil foto jangan sampai buram dan bernoise. Kali ini saya akan membagikan tips langkah apa saja yang dapat membuat hasil foto kamu tajam.

Ada banyak cara untuk melakukan hal ini beberapa metode bisa berlaku pada semua situasi, sementara yang lain hanya dapat digunakan dalam keadaan tertentu saja. Jadi semakin banyak metode yang Anda ketahui hal itu semakin bagus. Cieh serius banget baca nya om, okey kita lanjut ke intinya tips yang pertama.

Cara memegang kamera & Stabilisasi 

Mengambil foto yang tajam adalah bagaimana caranya mengurangi guncangan pada kamera. Mungkin lo megang kamera getar mulu bro gara-gara modelnya cantik ya? haha. Hasil gambar goyang lebih umum terjadi pada lensa tele, tapi tidak pada lensa Fix di mana aperture yang lebih lebar memungkinkan Anda memotret dengan kecepatan rana yang lebih cepat.

Hal ini juga berlaku pada kondisi tertentu, seperti lo lagi di atas kendaraan atau berdiri yang kurang nyaman atau salah cara mengenggam kamera seperti gambar yang di bawah ini.

Memegang DSLR

Fokus pada bidikan

Pakai mode fokus nya se nyaman mungkin. Kalau mode auto lensa bagus, ya pakai auto saja bro kecuali lo emang sangat  mahir menggunakan manual. Ingat ya bro ini fokus lensa bukan fokus pada mata. Kalau fokus mata di jaga ya bro haha, apalagi modelnya seksi uih bisa-bisa jadi gagal fokus. Biasanya ketika kamu memotret bidang yang terdapat banyak objek di dalamnya lensa akan sulit untuk mendapatkan semua fokusnya.

Berbeda dengan ketika kamu memotret hewan atau objek tunggal, hanya perlu mengatur fokus tengah pada objek tersebut. Jadi fokus adalah hal utama untuk membuat hasil foto tajam.

Mengatur Shutter Speed

Dalam fotografi, kecepatan rana atau di sebut shutter speed adalah lamanya waktu saat film atau sensor digital di dalam kamera terkena cahaya, juga saat rana kamera terbuka saat mengambil foto.

Baca juga : 10 Trik fotografi buat foto menarik

Usahakan mengatur shuter speed se ideal mungkin, jangan pernah gunakan di bawah 1/60 ini berlaku jika Anda memotret objek yang bergerak. Caranya yaitu, jika Anda menggunakan zoom atau focal length 100 dgn kecepatan 1/60 itu buat foto lo kurang tajam . jadi gunakan kecepatan 1/200. Intinya separuh dari focal length di kali dua. Misalnya lagi jika pada focal length 50, jadi shutter speednya 1/100. Okey sampai disini paham ya?

Pemilihan Lensa yang Tepat

Misalnya lo ada pemotretan untuk foto party atau ulang tahun dalam ruangan dengan kondisi minim cahaya, lo harus tau jenis lensa apa yang harus di pakai, jangan sampai salah. Untuk kondisi seperti ini gunakan lah lensa fix atau lensa prima dengan bukaan besar seperti lensa dengan aperture paling lebar seperti lensa 50mm Nikon F 1,4 atau F 1.8.

Sebagai fotografer commercial Anda wajib punya lensa tipe ini, harganya murah kok 1,5 jutaan untuk seri D (tanpa motor) dan 3 jutaan untuk seri AF-S jika kamera lo belum full frame

lensa okamotret

Berikut adalah kategori lensa yang berbeda berdasarkan panjang fokus ekuivalen full-frame :

  • Lensa fish-eye biasanya lebih lebar dari 14 mm (fisheye, bisa jadi belum tentu lebar)
  • Lensa sudut yang lebar biasanya mencakup antara 14-35 mm
  • Lensa Potrait normal, focal length sekitar 50 mm
  • Lensa telefoto jarak zoom antara 70-200 mm
  • Lensa super telefoto mulai sekitar 300 mm
  • Lensa makro tersedia dalam beberapa panjang fokus, bisa mendekati objek yang sangat dekat dari lensa.

Setting Aperture yang Ideal

Hampir sama pada shuter speed, kalau bisa jangan pakai yang terlalu kecil misalnya lensa lo punya F 1.8 gunakan lah F2.8 sebisa mungkin, ini beda cerita kalau lo punya lensa hedon atau lensa mahal dengan F nya tidak lari. Maksudnya jika lo mau gunakan kamera pada setingan awalnya F 1.8 dan jika lo zoom menjadi F 4.8 , itu namanya F nya lari atau tidak tetap. 

Sedikit cerita ya biasanya di komunitas fotografer jenis lensa F nya tidak tetap banyak menjadikan bahan ejekan, eh lo pakai lensa apa bro?, ini ne lensa yang F ya lari, haha tau kan harganya. Makanya lensa tersebut ada yang jual dari harga 1 jutaan sampai puluhan juta. Makin sedikit informasi F nya samakin mahal, coba lo cek jenis lensa lo ada kodenya 18-140mm 1:3.5 – 5.6 itu namanya F lari jadi bisa F 3.5 dan jika di zoom full jadi F 5.6 , begitu bro. Harga emang gak pernah bohong bro tapi kembali lagi pada fungsinya, okey pokoknya jangan mubazir dah haha. 

f OKAMOTRET

 

Filter UV

Bagi yang menggunakan filter UV coba sekali kali lo lepas dan bandingkan hasilnya. Tergadang penggunaan filter yang kurang bagus buat hasil foto kamu tampak buram dan tidak tajam. Tapi tidak semua nya dalam kondisi seperti ini kecuali lo menggunakan villter uv yang bagus tapi itu sangat mahal bro. Banyak para sahabat fotografer menggunakan vilter ini hanya untuk pengaman pada kaca lensa, agar tidak lecet.

okamotret uv
image by : digitalphotomentor

Pilihlah Kecepatan ISO Paling Kecil

ISO adalah singkatan dari International Organisation for Standardisation, yaitu suatu badan yang menentukan standar internasional. “ISO speed” adalah, Sebarapa sensitif cahaya yang masuk ke dalam lensa, semakin tinggi setting ISO maka semakin sensitif sensor kamera terhadap cahaya.

Untuk mempertajam hasil foto tentu Anda harus memlihi ISO yang paling rendah misalnya 100, berbeda jika kondisi minim cahaya tentu kamu harus menaikan ISO tapi ini bisa mempengaruh terhadap hasil foto kamu, intinya semakin tinggi ISO semakin tinggi noise hasil foto kamu. 

Jadi itu adalah tips cara membuat hasil foto tajam, tajam ke atas tapi tumpul ke bawah haha oupss just kidding bro. Ada beberapa lagi yang belum saya sebutkan? jika sahabat fotografer ada masukan dan tambahan lagi silahkan komentar dibawah.

Jika informasi ini di rasa sangat membantu, tidak salahnya sobat bagikan dan subcribe juga channel youtube OkaMotret.

Saya juga menjual beberapa jenis lensa tipe Nikon silahkan cek pada akun Shopee saya untuk bertransaksi lebih aman, okey

shopee okamotret

Ciou, sampai jumpa.. !!